//
you're reading...
Uncategorized

PERIWAYATAN HADIS DARI ANAK KE BAPAK DAN DARI BAPAK KE ANAK

PERIWAYATAN HADIS DARI ANAK KE BAPAK

aFaedah mengetahui cabang ilmu ini ialah menghidari kita dari pemahaman yang salah bahwa tidak ada periwayatan yang terjadi dari anak ke bapak, atau menghindarkan dari pemahaman bahwa sanadnya terbalik.

Di antara contoh-contohnya pada golongan sahabat, ialah bahwasanya Abbas Bin Abdul Muththalib meriwayatkan hadis dari anaknya Al-Fadhl Bin Abbas r.a. “Bahwasanya Rasulullah SAW menjama` antara dua shalatnya di Musdhalifah.”

Dan pada golongan tabi`in, ialah Wa`il meriwayatkan hadis dari anaknya Bakr Bin Wa`il delapan hadis, di antaranya hadis yang bersumber dari Wa`il, dari Bakr, dari Az-Zuhri, dari Anas, “Bahwasanya Nabi SAWmemberikan jamuan kepada Shafiyah dengan kue dan kurma.”

Dan dari golongan setelahnya ialah Abi Umar Hafs Bin Umar Ad-Dawri Al-Maqra` yang meriwayatkan hadis dari anaknya Abi Ja`far Muhammad Bin Hafs enam belas hadis, atau contoh-contohnya yang lain. Dan ini lebih banyak apa yang kami riwayatkan dari anak ke bapak.

Dan sungguh Al-Khatib Al-Baghdadi telah menyusun kitab yang bernilai tentang cabang ilmu ini, para penyusun telah menukil dari kitab ini contoh-contoh yang banyak.

PERIWAYATAN HADIS DARI BAPAK KE ANAK

Periwayatan hadis dari bapak ke anak ada dua bagian:

Yang pertama: Periwayatan hadis dari bapak ke anak saja, hal ini banyak sekali.

Di antara contoh-contohnya yang masyhur mengenai hal itu ialah riwayat Abil `Usyra` dari ayahnya, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW bahwa penyembelihan yang disyari`atkan

Abul `Usyra` tidak terdapat dalam beberapa sanad kecuali dengan gelarnya saja, dan nama orang tuanya tidak disebutkan pada beberapa jalur hadis, dan yang paling masyhur bahwasanya Abul `Usyra` ialah Usamah Bin Malik Bin Qihtim, (huruf Qaf berbaris kasrah).

Yang kedua: periwayatan hadis kepada anak dari bapak, dari kakeknya. Dan ini banyak juga, akan tetapi tidak sebanyak dari bagian yang pertama. Dan riwayat seseorang dari bapaknya, dari neneknya sebahagian menjadikannya sebagai suatu kesombongan, dan menjadikan iri perawi. Abul Qasim Manshur Bin Muhammad Al-`Uluwwi berkata: “Sebagian sanad ada yang tinggi kedudukannya dan sebagian ada yang terhormat.” Dan perkataan seseorang: “Ayahku berkata kepadaku, dari kakekku yang dari golongan orang-orang mulia”. Yakni dihormati karena kemuliaannya.

Dan ini adalah empat sanad yang masyhur dari pembagian ini:

  1. Amr Bin Syu`aib Bin Muhammad Bin Abdullah Bin Amr Bin `Ash dari bapaknya, dari kakeknya. Diriwayatkan dengan sanad ini teks hadis yang besar dan baik. Kebanyakan dari hadis-hadis tersebut menyangkut masalah-masalah fiqhi yang terdapat pada kitab Musnad Ahmad Bin Hanbal dan keempat kitab sunan.

Terjadi perbedaan di antara para ulama hadis mengenai silsilah sanad ini, sebagian ulama menilai sanad ini cacat karena adanya ketidaktersambungan sanad.

Dan jalan yang ditempuh oleh kebanyakan para ulama hadis ialah berdalih pada Amr Bin Syu`aib dari bapaknya, dari kakeknya jika sanad itu sah, Imam Al-Bukhari berkata: “Aku melihat Ahmad Bin Hanbal, Ali Bin Al-Madini, Abu `Ubaid, dan kebanyakan sahabat-sahabat kami mengambil hujjah (berdalih) dari hadis Amr Bin Syu`aib dari bapaknya, dari kakeknya. Tiada yang meninggalkannya seorangpun dari orang-orang muslim.” Bukhari berkata, “Bahkan orang-orang setelah mereka.”

  1. Bahz Bin Hakim Bin Mu`awiyah Bin Haydah Al-Qusyairi dari bapaknya, dari kakeknya. Diriwayatkan dari sanad ini teks hadis yang besar dan baik pada Musnad Imam Ahmad, dan sebagian hadisnya pada keempat kitab sunan, dan Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadis dari sanad ini secara mu`allaq karena tidak termasuk dalam syaratnya.
  2. Thalhah Bin Musharrif Bin Amr Bin Ka`ab Al-Yaami dari bapaknya, dari kakeknya. Dan Thalhah ialah orang yang tsiqah dan mulia. Dan kakeknya, Amr Bin Ka`ab dikatakan tentang beliau: Ka`ab bin Amr ialah seorang sahabat menurut mayoritas pendapat para ulama, akan tetapi ayahnya, Musharrif tidak diketahui (majhul). Abu Dawud meriwayatkan hadis padanya.
  3. Katsir Bin Abdullah Bin Amr Bin `Auf Al-Mazni dari bapaknya, Abdullah, dari kakeknya, `Amr. Imam At-Turmudzi meriwayatkan lima hadis padanya. Beliau menghukumi hadis tersebut dengan predikat hasan karena adanya riwayat pendukung dari jalur lain. Akan tetapi banyak hadis yang dianggap dhaif oleh kebanyakan ulama, dan sebagian ulama hadis meninggalkan dan mencelanya, dan sebagian ulama menerimanya.

Dan periwayatan hadis dari bapak ke anak dijadikan hujjah karena telah diketahui. Karena sesungguhnya kebanyakan dari hadis-hadis pendukung terkadang tidak disebutkan nama ayah atau kakeknya dalam sanad. Dan ia takut menyembunyikan hal itu kepada peneliti.

Dan sebahagiannya lagi dijadikan hujjah (berdalih) kepada peringatan terhadap hakikatnya:

Sebagaimana dalam teks hadis Amr Bin Syu`aib dari bapaknya, dari kakeknya, sesungguhnya dhamir pada kata “Jaddihi” kembali kepada bapaknya, Syu`aib. Yakni bahwa silsilahnya seperti ini, Amr Bin Syu`aib dari bapaknya, Syu`aib, dari kakeknya, yakni kakek Syu`aib, yaitu Abdullah Bin Amr. Dan dikatakan bahwa Syu`aib tidak mendengarkan hadis dari kakeknya, akan tetapi hal itu dibenarkan bahwa ia mendengarkan hadis dari kakeknya. Dan sesungguhnya sanad ini dijadikan hujjah.

Dan seperti riwayat Abu `Ubaidah Bin Abdullah Bin Mas`ud dari bapaknya, bahwasanya ia tidak mendengarkan hadis dari bapaknya.

Dan sungguh para ulama telah menyusun kitab tentang cabang ilmu ini untuk membenarkan contoh maksud ini dengan kitab yang banyak. Seperti Ibnu Abi Khaytsamah, Abi Nashr Al-Wa`ili As-Sajzi, kemudian Al-Hafidz Al-`Alla`i, dan kitabnya dikumpulkan oleh para pengarang, para ulama menukil dari kitabnya hadis-hadis yang banyak.    

About karaengmattawang

saya adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang berpeluang mendapatkan beasiswa keluar angkasa.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: